Tim Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) Research Group Pendidikan Kewirausahaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Peningkatan Profesionalisme Guru bertema “Pembelajaran Diferensiasi, Literasi Sains, dan Gamifikasi Berbasis Ethno-STEM dengan Pendekatan GEMBIRA untuk Menstimulasi Problem Solving bagi Guru” pada Sabtu (11/7/2026). Kegiatan berlangsung di SD BOPKRI Sidomulyo 1, Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan diikuti oleh 60 guru sekolah dasar dari beberapa sekolah di wilayah sekitar.
Workshop ini merupakan bagian dari pelaksanaan program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sekaligus mendukung pengambilan data penelitian fundamental yang didanai melalui skema dana non-APBN Universitas Sebelas Maret. Kegiatan dirancang untuk memperkuat kapasitas profesional guru dalam mengimplementasikan pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir kritis serta pemecahan masalah peserta didik.
Tim P2M dipimpin oleh Dr. Kartika Chrysti Suryandari, M.Si. dengan anggota Dr. Rokhmaniyah, M.Pd. dan Drs. Wahyudi, M.Pd., yang seluruhnya merupakan dosen Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Sebelas Maret. Dalam workshop tersebut, para narasumber memaparkan berbagai strategi implementasi pembelajaran diferensiasi yang dipadukan dengan penguatan literasi sains, gamifikasi, serta pendekatan Ethno-STEM yang mengintegrasikan kearifan lokal sebagai sumber belajar yang bermakna.
Selain penyampaian materi, peserta juga memperoleh kesempatan untuk berdiskusi dan mengeksplorasi penerapan pendekatan GEMBIRA dalam pembelajaran. Melalui sesi interaktif tersebut, guru diajak merancang pengalaman belajar yang mampu mengakomodasi keberagaman karakteristik peserta didik sekaligus menumbuhkan kemampuan problem solving yang menjadi salah satu kompetensi penting pada pembelajaran abad ke-21.
Ketua Tim P2M, Dr. Kartika Chrysti Suryandari, M.Si., menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi profesional guru perlu terus dilakukan agar praktik pembelajaran di sekolah mampu menjawab tantangan pendidikan yang semakin dinamis. Menurutnya, pembelajaran yang mengintegrasikan diferensiasi, literasi sains, gamifikasi, dan Ethno-STEM dapat menjadi alternatif strategi yang relevan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, menyenangkan, sekaligus mendorong peserta didik berpikir kritis dan kreatif.
Melalui kegiatan ini, tim berharap hasil penelitian yang dikembangkan tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat diimplementasikan secara nyata dalam praktik pembelajaran di sekolah. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah diharapkan terus terjalin guna mendukung peningkatan mutu pendidikan dasar melalui inovasi pembelajaran yang berbasis hasil penelitian.
Workshop ini menjadi salah satu bentuk komitmen FKIP Universitas Sebelas Maret dalam melaksanakan tridarma perguruan tinggi, khususnya pada aspek penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, melalui penguatan kompetensi guru sebagai ujung tombak peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

